Menyaksikan Episode Perdana Sinetron “Munajah Cinta” 5 Mei 2008
Posted by zulfaisalputera in Catatanku, Sinema.Tags: Catatanku
trackback
Aku sangat lama tidak menonton sinetron di televisi. Selain karena kurang waktu untuk itu, aku juga melihat mutu sinetron televisi kita lima tahun terakhir sudah menurun dan cenderung mengumbar mimpi dengan skenario sambung-menyambung sesuai permintaan produser dan pemasang iklan. Sinetron terakhir yang sempat memaksaku untuk setia mengikutinya saat itu adalah Si Doel Anak Sekolahan I - V, Keluarga Cemara, dan sinetron yang diadaptasi dari novel-novelnya Mira W. dengan bintang tetapnya Arie Wibowo, Dian Nitami, dan Lulu Tobing. Aku sudah lupa tahun berapa tepatnya. Ketika itu, sinetron-sinetron tersebut sangat membumi dan dibuat sesuai jumlah episode yang direncanakan, tidak pernah dipanjang-panjangkan, menambah konflik dan tokoh-tokoh, hingga tak jelas benang merah cerita.
Beberapa hari dalam seminggu ini aku melihat promosi sebuah sinetron yang sangat gencar di RCTI. Sinetron tersebut tampaknya sengaja diiklankan bertubi-tubi untuk mengikat hati calon penonton film di Indonesia yang baru saja terpenjara oleh fenomena film Ayat-Ayat Cinta (AAC). Pembaca tahu bahwa AAC benar-benar telah menjadi boom yang meruntuhkan hati hampir sebagian besar rakyat Indonesia yang selama ini sudah mulai melupakan bioskop. Apalagi dengan tema islam dan romantismenya, AAC telah berhasil memancing dan menciptakan trend baru perfilman Indonesia yang lagi demam horor dan seks. Iklim inilah yang lagi dicuri pandang oleh RCTI dari pemirsa televisi untuk mengalihkan kembali matanya ke layar kaca.
Judul sinetron tersebut adalah Munajah Cinta (MC). Judul ini membawa kesan bahwa sinetron ini merupakan sinetron religi. Aku tidak tahu apakah judul sinetron yang cerita dan skenarionya ditulis oleh Sadidah El Mughni ini terinspirasi dari lagu Dhani The Rock ‘Munajat Cinta’, ataukah mengambil trend kosa kata berbau Islam, yang memang lagi laris manis dalam dunia pernovelan di tanah air, seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Sajadah Cinta, karya Kang Abik. Yang menarik, sinetron produksi Sinema Art ini memasang bintang-bintang film AAC, yaitu Rianti Cartwrigt, Zaskia A. Mecca, dan Mochtar Sum, ditambah bintang berbakat Baim Wong. Satu lagi, theme song sinetron ini juga menggunakan suara emas Rossa pelantun AAC, yang melantunkan ciptaan Icca Jikustik.
Jujur, setelah menyaksikan promo sinetron MC yang juga menggunakan Ustaz Yusuf Mansyur dan Ustaz Jeffri, dan Hj Neno Warisman sebagi juru kampanyenya, ditambah bakal tampilnya bintang-bintang alumnus AAC, aku merasa terhipnotis. Kerinduan lama tidak menyaksikan sinetron televisi membuat aku menunggu untuk menyaksikan pemutaran episode perdananya yang ditayangkan pada hari Minggu, tanggal 4 Mei 2008, pukul 20.00 wib atau pukul 21.00 wita di RCTI. Aku juga sudah membuat janji dengan orang-orang di rumah untuk menyaksikannya. Bahkan, aku mengirim sejumlah SMS kepada beberapa teman dan siswaku untuk tidak lupa menongkrongi televisi pada pemutaran sinetron tersebut. Maka, jadilah aku menyaksikan sinetron MC malam itu ditemani istri.
Sinetron dibuka dengan adegan larinya tokoh Maemunah (Zaskia) di tengah persawahan dengan pakaian pengantin. Ternyata Mae sedang berusaha menghindarkan diri dari acara pernikahan dirinya dengan seorang rentenir Bakrie (Adipura). Belakangan diceritakan Mae kabur karena tidak setuju dinikahkan dengan rentenir itu yang menjadikan dirinya sebagai pengganti utang ayahnya, Kasan (Pietra Jaya Burnama). Menyaksikan konflik awal ini kontan membuat semangatku melihat MC menjadi sedikit melorot. Aku mengganggap konflik awal yang dijual MC sangat klise dan terlalu vulgar. Begitu mudahnya adegan pengancaman yang dilakukan Bakrie kepada Kasan bahwa pernikahan sebagai pengganti utang harus terjadi disampaikan di depan para tamu yang hadir. Sangat tidak umum terjadi dalam tataran kepatutan sosial di masyarakat kita.
Selanjutnya, Mae menyelamatkan diri ke pesantren milik Kyai Siddik (Mochtar Sum) dan bertemu Attar (Baim Wong). Attar mengambil inisiatif membantu menyembunyikan Mae ke dalam sebuah kotak kayu (mirip peti mati besar). Dan di sinilah kejanggalannya, Mae, dengan pakaian pengantin yang masih melekat sempat lama berada dalam peti tanpa ventilasi itu sepanjang Attar dan Kyai Siddin melaksanakan shalat zuhur. Mungkinkah Mae bisa bertahan bernafas dengan kondisi kotak dan waktu yang cukup lama itu? Nyatanya bisa. Bahkan masih bisa tersenyum setelah di bawa kembali ke rumahnya dan mendengar pernyataan Bakrie bahwa pernikahan ditunda.
Adegan lainnya yang sangat mengganggu nilai kepatutan di masyarakat pedesaan yang masih mempunya tingkat kepedulian yang sangat tinggi adalah adegan penyekapan Kasan, ayah Mae, setelah sebelumnya disiksa Bakrie bersama anak buahnya. Dengan kejadiaan semacam itu, ternyata Mae tidak meminta pertolongan kepada orang-orang di kampung tersebut - yang mungkin digambarkan masih di bawah kekuatan Bakri, tetapi melapor kepada Kyai Siddik dan Attar. Secara kebetulan - dan ini ciri sinetron Indonesia, mereka berdua sedang ke Jakarta setelah menerima sebuah surat dari Khumaira (Rianty). Tak bertemu di pondok, tokoh Mae digambarkan nekat menyusul ke Jakarta. Begitu mudahnya dia meninggalkan ayahnya yang disekap dengan ikut pergi ke Jakarta hanya untuk mengadukan masalah tersebut.
Hal yang membuat aku makin menurun semangat menyaksikan sinetron ini adalah jalan mudah yang diambil oleh Sutradara Widi Wijaya, atau mungkin dari skenarionya, bahwa keluarga yang digambarkan dalam MC adalah keluarga tak sempurna. Persis seperti sinetron-sinetron lainnya, keluarga tokoh dalam sinetron ini hanya mempunyai sedikit anggota. Tokoh utama Attar adalah seorang anak tunggal yang tinggal di rumah maha besar dengan ayah dan ibunya. Tokoh Maemunah, hanya mempunyai ayah dan tak jelas di mana ibu dan saudaranya. Sementara, tokoh Khumaira begitu juga. Seorang anak tunggal, tak punya ayah, bahkan di episode perdana ini, peran ibunya langsung dimatikan. Dikerdilkannya anggota-anggota keluarga dalam MC ini sangat menjauhkan sinetron ini dari kehidupan nyata sehari-hari.
Memang tampak ada kesengajaan sutradara dan penulis skenario kebanyakan sinetron dan film di Indonesia yang meminimalkan jumlah anggota keluarga tokoh-tokohnya. Alasanya mungkin untuk mengurangi belitan konflik dan permasalahan antartokoh yang pasti akan lebih rumit. Intinya, mereka ambil mudah. Aku jadi teringat dengan Arswendo Atmowiloto yang justru tidak pernah mengkerdilkan jumlah nggota keluarga dalam cerita dan sinetron yang digarapnya. Lihatlah kembali sinetron Keluarga Cemara, kehidupan tukang becak yang tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Begitu juga Satu Paman Tujuh Keponakan, luar biasa banyak anggota keluarga yang digambarkan. Toh, cerita tetap menarik dan lebih nyata.
Terus terang, menyaksikan episode perdana MC ini aku kecewa. Tanpa bermaksud untuk bersangka buruk terhadap sinetron MC yang bakal berpuluh episode lagi tayangnya. Aku hanya merasa sutradara tidak menggunakan dengan kesempatan episode perdana ini sebagai pembuka yang manis. Yang aku bayangkan jadinyanya pada episode selanjutnya sinetron ini adalah munculnya adegan-adegan serba kebetulan dan mematahkan logika serta nilai kepatutan di masyarakat. Apalagi sinetron ini rencana akan kejar tayang, maka yang terjadi adalag sebuah produk asal jadi dalam rentang satu pekan. Celakanya nanti, jika mampu menarik pemasang iklan sebanyak-banyaknya berdasarkan rating, maka sinetron ini akan dipangjang-panjangkan dengan penambahan konflik dan tokoh semau gue. Semoga saja tidak.
Sekali pun dimulai dengan kekecewaan, aku tetap merencanakan untuk menyaksikan episode MC selanjutnya, minimal 4 kali tayang. Jika yang aku tengarai di atas betul-betul terjadi, maka aku tidak akan melanjutkan menyaksikannya. Bagiku, promosi awal sinetron MC yang begitu menarik, apalagi memanfaatkan demam AAC, harusnya dimanfaatkan betul-betul oleh sutradara dan penulis cerita untuk membuat cerita yang betul-betul membumi. Apalagi memuat misi Islam, maka tentu harus dikerjakan dengan baik dan tuma’ninah. Bagi pembaca yang suka menyaksikan sinetron di televisi, sayang jika tidak menyaksikan MC ini. Namun bagi penonton kritis sinetron dan film Indonesia, maka kita tunggu dua - tiga epsode lagi. Jika tetap mengecewakan, kembali aku puasa menonton sinetron.
Banjarmasin, 5 Mei 2008
Sinopsis Sinetron Munajah Cinta :
ATTAR (Baim Wong) adalah seorang pemuda kaya, tampan, dan cenderung playboy. Ia adalah anak pejabat yang sibuk berkampanye mencalonkan diri sebagai Gubernur. Meski begitu, sebenarnya ia adalah pemuda yang baik. Attar jatuh cinta pada teman masa kecilnya, KHUMAIRA (Rianti Cartwright). Dan karena ingin mendapatkan hati Khumaira, Attar pun mulai mendalami agama di sebuah desa dengan bimbingan KYAI SIDIK (Mochtar Sum), paman Khumaira.
Saat mencari desa tempat tinggal Kyai Sidik, Attar bertemu dengan MAEMUNAH (Zaskia A. Mecca), seorang gadis desa yang menolongnya menemukan alamat Kyai Sidik. Sejak itu, keduanya pun semakin akrab.
Waktu pun berlalu. Attar mulai berubah menjadi seorang pemuda yang shaleh dan bijaksana. Tutur kata & sikapnya pun menjadi lebih sopan. Hal itu membuat Khumaira semakin kagum dan menyayangi Attar. Ia tidak tahu, bahwa cinta Attar hanyalah milik seorang wanita, Khumaira.
Maemunah sebenarnya telah dijodohkan oleh ayahnya, KASAN (Pietra J. Burnama) dengan seorang rentenir, BAKRIE (Adipura). Kasan terpaksa menjodohkan anaknya, karena ia terlilit hutang banyak dan tidak mampu membayarnya. Di saat akan dilaksanakan ijab Kabul, Maemunah kabur. Mae lari ke Musholla tempat Kyai Sidik dan Attar tinggal. Ia meminta Attar untuk menyelamatkannya. Atas bantuan Kyai Sidik, Maemunah diantarkan kembali ke ayahnya, dan pernikahan Maemunah pun ditunda.
Hari-hari berlalu. Kasan selalu disiksa oleh Bakrie, agar mau memaksa Maemunah untuk menikahinya dengan ikhlas. Tetapi Kasan tidak mau mengorbankan anaknya lagi. Ia meminta Maemunah untuk pergi jauh. Karena tidak tahu harus kemana, Maemunah kembali menemui Attar. Tapi betapa terkejutnya ia mendengar berita bahwa Attar telah kembali ke Jakarta. Maemunah pun dengan nekat menyusul Attar ke Jakarta.
Attar kembali ke Jakarta karena mengetahui ibunda Khumaira sakit keras. Ia ingin selalu berada di sisi Khumaira dan mendampinginya melalui masa-masa sulit, karena tak lama kemudian ibunda Khumaira meninggal dunia.
Maemunah berhasil menemukan alamat Attar di Jakarta. ia mendapatkannya dari surat yang dia temukan di musholla. Tapi sesampainya di sana, ia tidak mendapati Attar di sana. Dan Maemunah pun semakin sedih ketika mendengar alasan ketidakadaan Attar di rumah itu karena ia sedang melayat ke rumah calon mertuanya.
Melihat kehadiran Maemunah di rumah Attar membuat orang tua Attar tidak merasa nyaman. Mereka meminta Attar untuk segera mencari tempat tinggal bagi gadis desa itu. Karena keberadaan Maemunah di rumah mereka akan menimbulkan fitnah, dan itu tidak baik bagi karir SANJAYA (Dwi Yan), ayah Attar. Atas musyawarah dengan Khumairah dan Kyai Sidik, Memunah pun tinggal di rumah Khumairah. Selain karena Maemunah tidak mungkin dipulangkan ke desa, keberadaannya juga dibutuhkan untuk menemani Khumairah yang tinggal sendiri karena baru saja kehilangan ibunya.
Tetapi masalah tidak berhenti sampai di sana. maemunah yang menjalani hari-harinya di rumah Khumairah pun tanpa sadar menjadi “Khumaira wanna be”. Maemunah ingin menjadi sesempurna Khumairah, agar Attar tidak melupakannya. Hal ini membuat Attar merasa terganggu, ia menganggap Maemunah telah memanfaatkan Khumaira. Tetapi ia juga tidak tega terhadap Maemunah, karena sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.
Apakah yang akan terjadi kemudian. Akankah Attar mendapatkan cinta Khumaira?.. lalu, bagaimana dengan Maemunah?.. Ikuti terus kisahnya di sinetron MUNAJAH CINTA.
Disalin dari sini
Trailler 1 sinetron MC :
Trailler 2 sinetron MC :






































Sepakat kalau soal sinetron (-dan beberapa karya lain) dari Arswendo yang memang sangat bagus dan memiliki kekuatan yang khas.
Tapi, kalau untuk yang satu ini, MC, ulun benar² gelap, soalnya tadi malam lebih memilih nonton AC Milan vs. Inter Milan.
♣ Salam.-
Yang kurang dari kebanyakan sinetron di Indonesia adalah sinematografinya yang kurang indah (keindahan yang ditampilkan hanyalah berupa rumah2 mewah dan mobil2 mewah sungguh menjemukan), dialog yang bertele2, kepanjangan dan tidak perlu, terkadang dialognya sangat dangkal, terlalu didramatisasi di mana adegan menangis selalu diekspresikan terlalu lama dan berlebihan, serta plot cerita yang sederhana, klise dan mudah ditebak. Namun saya menjadi maklum ketika mengetahui berapa budget/anggaran untuk sebuah sinetron (yang Production House-nya hanya mengejar untung belaka) dan juga minimnya sumberdaya manusia yang ada….
sinetron ini merupakan tontonan sekaligus tuntunan yang baik untuk qt di tengah arus globalisasi yang semakin mengikis dan menjauhkan qt dari aturan2 agama
sinetron ini menjadi mata air yang menyejukkan hati setiap orang yang melihatnya.
moga2 n sya ykin sinetron ini akan mndu2ki reting 1 di dunia pesinetronan indonesia
assalamualaikum wr.wb
di sinetron Mc ini tokoh attar yang dulunya kelihatan orang yang angkuh tidak diperlihatkan secara detail,tiba tiba saja langsung berubah menjadi sosok orang yang alim.seharusnya di ceritakan terlebih dahulu latar kehiduapan kehiduapan attar sebelum ia tinggal di pesantren bersama kyai sidiq,agar penonton bisa mengetahui secara detail sebarapa besar parubahan yang dialami oleh attar yang dulunya orang angkuh dan kemudian menjadi orang yang sangat alim.di episod pertama MC ini critanya belum begitu jelas,karna latar belakang kehidupan si pemain belum terlihat secara jelas.hanya tiba tiba saja menuju konflik,yaitu ayah maemunah terbelit hutang sama juragan bakri,dan ayah maemunah tidak basa membayarnya dan digantikan dengan cara menikahkan putri semata wayangnya yaitu maemunah dengan juragan bakri.di sinetron perdana mc ini kedekatan attar dengan maemunah tidak dilihatkan secar jelas hanya saja pada waktu attar yang sedang mencari kayai sidiq secara tidak sengaja bertemu dengan maemunah kemudian maemunah mengantarkannya ke kyai sidiq dan itupun juga tidak di critakan secara jelas.kisah cinta antara khumaera dengan attar pada masa lalunya juga belum di critakan yang katanya attar mencintai sebuah gadis dan gadis itu bernama khumaera dan gadis itu menolaknya karna si attar sendiri pengetahuannya tentang agama masih kurang,dan akhirnya khumaera menyuruhnya untuk mendatangi kyai siddiq selaku paman dari khumaera agar attar bisa mendalami tentang agama islam dengannya.
saya selaku penggemar sinetron MC mohon agar crita di sinetron ini letak kehidupannya digambarkan atau di ceritakan secara lebih rinci,agar si penonton bisa memahami isi cerita dari sinetron MC dan bisa mengambil nilai positif dari sinetron ini.semoga sinetron MC ini mendapatkan rating pertama di dunia perfilman indonesia.dan sinetron ini lebih berbobot dibandingakan dengan sinetron sinetron lainnya.
wassalamualaikum wr.wb.
Saya sebagai pembaca yang sangat menyenangi ACdan film yan juga dah liah, cuma belum lihat film MC. Salam kenal…
Saya pingin lihat keduanya cuman belum menyempatkan diri aja, kalo dirumah sih sering diceritaiin aja sama istri, yah saya salut akan film AC. Juga salut sama Sampeyan yang ikut mengapresiasi.
Makasih.
Pengen nonton juga sih, tapi tetep aja nggak ngeh dengan dunia persinetronan indonesia… Ndak mutu soalnya.
Salam.
mungkin memang sengaja dibikin demikian, seperti film a2c, banyak yang berkomentar film itu “sedikit” “terpeleset” dari makna yang ingin disampaikan sebenarnya.
tapi kang zoel, biasanya kan film2 seperti itu hanya menyesuikan opini rakyat? bila rakyat suka hidup di “alam mimpi” yang menjual “kebetulan”, dll, bisa jadi…
Tanya kenapa?
sayang sekali, saya belum sempat juga melihat tayangannya, pak zul. mudah2an kehadiran sinteron “MC” ini bisa mereduksi citra sinteron kita yang rata2 hanya sekadar mendedahkan budaya pop yang kurang membumi. saya pribadi sangat memimpikan sinteron kita bisa ikut berkiprah dalam memberikan pencerahakn kepada publik sehingga penonton bisa belajar bagaimana menghadapi hidup dan kehidupan dngan penuh sentuhan nilai-nilai luhur kemanusiaan, tidak lagi terbonsai oleh kekerasan.
Tabik!
haaaah.. saya sudah duga ceritanya akan menjadi seperti itu… kasian sekali kalo pesan dakwah yang seharusnya sampai kalah dengan komersil… dari awal memang sudah tidak berniat untuk menonton.
waduh, saya belum nonton tuh, tapi setelah baca tulisan ini jadinya gak bakalan pernah nonton.
sinteron? pasti muternya disitu situ aje, hehe. semoga kelak ada sinetron yang bagus, “kayak kiamat sudah dekat” atau “para pencari tuhan”
peace
Ass, salam kenal pak
Semalam saya juga ikutan nonton MC walaupun gak dari awal, sejak awal saya pesimis kalau sinetron ini akan bagus. Biasa pak namanya juga sinetron Indonesia banyak bohongnya. Dan pastinya episodenya panjang banget. Si Doel Anak Sekolahan, Keluarga Cemara, Lorong waktu, Kiamat Sudah Dekat atau Para Pencari Tuhan menurut saya adalah contoh sinetron yang bagus. Saya lebih suka melihat drama korea, jepang, atau taiwan menurut saya actingnya sangat natural tidak dibuat-buat dan jalan ceritanya tidak terlalu panjang. Jadi yang nonton gak bosen kayak film Jawel in palace, itu drama bagus banget pesan moral sampai ke penonton dan tidak menghilangkan kebudayaan mereka. Coba sinetron Indonesia bisa kayak gitu. Memang negara kita harus lebih banyak lagi belajar ke siapapun dari segala bidang. Biar tambah maju.
Salam
Wah entah kenapa saya ga penasaran atau tertarik nonton, mungkin karena kapok nonton yang sudah2 paling2 ceritanya identik serupa jadi bosan akh
SINETRON INDONESIA,
APAPUN JUDULNYA, SAYA SUDAH KADUNG MEMBLACK LISTNYA
MENONTON SINETRON, BUKAN PILIHAN BIJAK BAGI ORANG YANG INGIN JADI LABIHBAIK
hhhh…
di endonesia emang susah deh masalah ginian..
seringkali mengedepankan sisi komersil daripada religi..
dah 2 episode saya lihat, dan kalo diamati ada yang alur yang dipaksakan dan seharusnya tidak demikian, tapi…….ga pa…
[...] sinetron indonesia = hiburan yang tidak mendidik, karena kebanyakan hanya tentang cucuran air mata si miskin yang selalu disiksa oleh si kaya atau yang punya kuasa. emang kebanyakannya bgitu khan? [...]
cuma satu sinetron yang bener2 saya suka
“Dua Pelangi”
yang maen Nugie sama Ayuning Sukarman
ga mencla-mencle
[...] sangat mirip dg AAC (yang sampai sekarang saya belum juga melihatnya). Review menarik saya baca di sini. [...]
mungkin “Munajah Cinta” awal kebangkitan sinetron berlabel religi atau hanya momentum dari efek AAC ?.
kebetulan aku posting tentang kehadiran sinetron ini.
mantap lah paling tidak,
tp tetap kalah dunia perfilm an kita ama korean, yg selalu multilingual, ato Mesir yg kaya dengan pengetahuan dan agama. walaupun dunia cinta jg mereka ngga mau kalah….^^
sinetron Indonesia…dengan mengusung tema apapun, tetap akan jadi sinetron
yang hampir selalu berlebihan di sana sini
bravo sinetron endonesa!
Ya ntar nonton deh …
Sudah 2,5 tahun gak lihat sinetron.
Ternyata gak berubah juga ya dari dulu..tetap overakting.
Untung deh gak nonton.
heum…
saya ga suka liat sinetron!
liat tv aja jarang… *pengen deh pasang tv kabel!*
akankah sinetron ini menawarkan sesuatu yang bisa membuatku tergerak?
atau sama aja kaya sinetron deket deket lebaran lainnya?
ah ta tau lah…
menonton saja aku malas heuheuheuhe
saya ngga jadi nonton , takut kecewa juga
Aku tidak suka dengan sinetron indonesia bahkan sampai ke filmnya khususnya yang bernuansa horor, cinta dan komedi dewasa.
Hampir mirip2 AAC sih cerita nya…
Sedikit mencontek!! Boleh2 aja sih…tapi masalahnya AAC lagi tenar, jadi kesan nya kayak niru gitu
salam sejahtera untuk bapak sekeluarga….
kebetulan istri saya lagi demem sama sinetron yg satu ini pak, dan sekaligus bikin istri saya sakit hati juga gara-gara di sinetron tersebut si istri tua rela dimadu (tapi anehnya ga pernah mau keltinggalan satu episode pun hehehehe). Dilihat dari materi cerita yang mengangkat masalah poligami, sepertinya sinetron ini terlalu dilebih-lebihkan, bahkan istri Rasulullah SAW pun (Aisyah & Hafsah) tidak sedemikian “baik hati” menyikapi saat nabi hendak berpoligami. Bahkan konon cerita, Hafsah pernah ditalak satu oleh Rasulullah akibat berkonspirasi dengan Aisyah untuk menggagalkan pernikahan beliau yang keempat. Semulia apapun hati wanita tetaplah ada perasaan cemburu. Dan konon cerita lagi, barang siapa tidak ada perasaan cemburu dalam keluarga maka tidak akan mencium bau surga. dalam sinetron ini cuma istri kedua yang notabene rapor agamanya dibawah rata menggebu-gebu ingin menggagalkan pernikahan Attar yang ketiga.
Nah trus siapa dong yang bakal mencium aroma surga diantara ketiganya?
salam
Munajah Cinta, versi sinetron ayat-ayat cinta. ceritanya dan adegan hampir sama. tapi subhanallah penuh makna. semoga banyak orang yang kembali ke jalan kebaikan setelah menonton sinetron. dengan dibuat sinetron yang durasinya lebih panjang, smoga banyak yang tercerahkan.
udah liat dikit, tapi ya sinetron islam standar,,konfliknya seputar itu saja,,untuk hiburan lumayanlah,,daripada nonton sinetron laen yang mutunya gak karuan
Sinietron Munajah Bikin gemezzz… gereget… tpi ok, bs mpermaenkan prasaan pnotonyaaaaaaaaaaaaaaaaa. aku adalah slah stu pmonton stianya dan jg pgemarrr Rianti (kmairah)
aku mungkin slah stu Cwe yg kg dmen ame snentron,, tpi steleh nton Mnajah ak jd sring bgadang. npe jam *-09 dsbut bgadeng..? cOz jAm tDurku stlah sLt Isy. KLO Bleh kSH BcORAN DwONG ePSDE T”AKHIRNYEEE. thx. Eeh… Rianti kRen… ok Pnyeee. ^_^
halo mas.. salam kenal dari saya..
saya sih tidak terlalu suka dengan sinetron..
tapi kalo sama teteh rianti mah, mau pisan..
hehe..
sinetron ini semakin lama semakin mengaburkan nilai2 islam sebenarnya..
Attar dan syanazz (maimunnah yang menyamar) tinggal serumah padahal belum menikah, walaupun Attar adalah calon suaminya.
Humairah tinggal serumah dengan seorang pemuda yang menolongnya sewaktu dia mau melahirkan di jalan..
bukannya kembali pada suaminya, ato menghubungi suaminya..
Itu yang sangat tidak cocok dengan islam.
Bagaimana mgkn seorang istri yang sholehah (seperti yang digambarkan di sinetron itu) bisa tinggal dengan seorang pemuda yang bukan muhrimnya???
Akh,,walaupun dirumah itu ada seorang pembantu, tapi apa pantas??
dan sang pemuda juga sering terlihat di kamar Humairah..
Saya sungguh kesal pada sinetron ini, nilai apa yang hendak disampaikannya??
saya ingin memprotes langsung ke forum RCTI, tapi forumnya ternyata sedang dalam perbaikan..
sekali lagi, sinetron ini sungguh CACAT!!!
cacat akan nilai islaminya..
tolong dong diperhatikan…
semakin kesini sinetron ini semakin tidak jelas kereligiusannya,..Sebaiknya kalo alur ceritanya sudah habis,..ga usah diperpanjang lagi,…dan membuat cerita tidak religius. sesuai rencana pembuatan film yg mendapat para pendukung ulama-ulama.
saya nontonnya juga jadi males,…semakin hari jam tayang makin malam,..dan tidak sesuai dengan jam yang seharusnya jam 9,..tapi ternyata tayangnya bisa jam 9.30
MC akan kehilangan para penggemar kalo diperpanjang tapi tidak sesuai dengan ajaran agama. ditambah lagi jam tayang yang ga tepat waktu yang membuat para penontonnya gemes menunggu
memang bxk org menganggap klo MC ini bxk sisi negatifx, tp klo ditonton tiap hari, ada juga kok sisi positifx. misalx: attar memiliki 3 istri bukan karena dia playboy atau apa, tp dia rela bertanggung jawab dgn apa yg sdh dia perbuat di masa lalux.mnrut saya pelajaran yg dpt dipetik dari situ ya kita harus bertanggung jawab dengan apa yg telah kita perbuat seberat apapun masalah itu.
MC….saya suka sinetron ini cuma karna ada ADITYA HERPAVI RAHMAN nya aja…..eh malah mati….yaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh……mana ADITku????????? balikin ya oooom!
oM….sALam wAt mAs aDitya Rahman nya yAaa…..jGn Lupa
oM……
sALam bUat mAS aDit…