Selalu ada Cara untuk Mencerdaskan

Selalu ada cara untuk mencerdaskan. Internet adalah salah satunya. Internet sekarang sudah menjadi kebutuhan. Itu pasti! Kemudahan untuk mendapatkan berbagai macam informasi dan komunikasi secara cepat dan lengkap telah membuat internet menjadi bagian dari kebutuhan hidup. Segala lapisan masyarakat modern sudah mulai mengakrabkan diri dengan internet. Segala bidang kehidupan juga telah memasukkan internet menjadi salah satu unsur penting dalam melengkapi aktivitasnya. Pokoknya, internet sudah setara dengan kebutuhan primer, semacam sandang dan pangan, seperti yang diajarkan di sekolah-sekolah dulu.

Semakin diakuinya keberadaan internet makin menebalkan keyakinan bahwa suatu saat kita akan hidup di zaman dunia tanpa kertas. Kebutuhan manusia akan bahan bacaan yang selama ini diperoleh dari buku, koran, dan majalah berbahan dasar kertas akan mulai berkurang, dan lama-lama akan mulai ditinggalkan sejak dunia mengenal komputer dan internet. Jika dulu, manusia butuh ruang dan waktu yang banyak untuk mendapatkan informasi yang diperlukannya, maka sekarang cukup dengan duduk di depan komputer meng’klik’ informasi yang diinginkan, maka apa yang diinginkan sudah diperoleh.

Kebutuhan akan dunia internet ini juga bukan sekadar untuk keperluan mencari, tapi juga menyimpan data dan dokumen. Jika dulu, semua data dan dokumen di catat dan di simpan di kertas, dan bisa dibayangkan bagaimana data dan dokumen itu memenuhi ruang, maka dengan komputer dan internet semua data dan dokumen itu bisa tersimpan dengan aman dan tanpa batas volume. Inilah yang dikenal dengan istilah e-dokumen.

Noerrachman Saleh, Konsultan Dokumen Astragraphia menjelaskan bahwa kebutuhan akan e-document di masa kini sudah tidak terelakkan lagi. “Orang lebih suka menyimpan data secara elektronik sebab pengolahannya lebih mudah. Selain itu problem sampah kertas dan keterbatasan tempat penyimpanan juga menjadi alasan tersendiri,” jelas Noer dalam sebuah seminar di Tasikmalaya Rabu petang (3/4).

Segala jenis pengetahuan di dunia ini pada dasarnya tersimpan pada tempatnya masing-masing. Sebagian besar, yaitu 42 persen, tersimpan dalam otak manusia. Lalu sebanyak 24 persen tersimpan dalam bentuk dokumen kertas. Baru disusul dalam bentuk dokumen elektronik sebesar 22 persen. Terakhir, ada pengetahuan yang ditampung dalam elektronik database, yaitu sebesar 12 persen. Demikian data yang dihimpun Delphi tahun 1997.

Isu akan tibanya dunia tanpa kertas dan beralih ke dunia maya sudah lama didengung-dengungkan. Hal ini pernah disampaikan oleh , Bill Gates, pendiri Microsoft, insinyur muda yang diakui luas karena kecemerlangannya dalam inovasi komputer, dalam sebuah jumpa pers dengan Royal Spanish Academy pada awal 2000 di Spanyol. Bahwa suatu saat tidak ada lagi buku-cetak di dunia ini. Kertas akan digantikan layar komputer, yang jauh lebih efektif, efisien, dan tidak membutuhkan biaya besar.

Kenyataannya sekarang ini, obsesi itu pun sudah menunjukkan buktinya. Komputer dan internet benar-benar telah mengambil alih perhatian manusia untuk pelan-pelan meninggalkan dunia kertas. Uniknya, media massa dan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang bisnis, yang dulu menggunakan kertas untuk kebutuhan publikasi dan promosinya, sekarang juga menyediakan edisi online-nya. Hal ini dilakukan untuk merangkul semua pihak yang membutuhkan informasi yang mereka sediakan.

Kebutuhan internet sudah merambah, bukan hanya di perkantoran – untuk kebutuhan admistrasi dan data, tetapi juga sudah ke kamar-kamar pribadi – untuk komunikasi dan data, serta dunia pendidikan – khususnya di sekolah-sekolah. Informasi yang berhubungan dengan kebutuhan dunia persekolahan, baik informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga ajang menjalin komunikasi antar sekolah dan disiplin ilmu.

Namun, satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah internet memang membutuhkan biaya yang tak sedikit. Bukan hanya untuk pengadaan perangkat komputernya, tetapi juga biaya sambungan internetnya. Apalagi jika membutuhkan sambungan internet yang cepat dan tanpa batas, maka bisa dibayangkan berapa dana yang harus disediakan. Untuk itu, memang dibutuhkan sebuah layanan jaringan internet yang cepat dan tanpa batas, tetapi dapat dijangkau dengan harga yang hemat.

Ada banyak jasa penyedia layanan internet di Indonesia. Dengan berbagai macam kelebihan da kekurangannya, mereka telah melayani banyak kebutuhan internet di Indonesia. Salah satu penyedia layanan internet yang paling terkenal adalah Speedy produk dari Telkom. Speedy yang diluncurkan mulai awal Mei 2006 merupakan Layanan internet access end to end dari PT Telkom dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan maksimal 384 kbps yang dijaminkan dari Modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server) di sisi perangkat Telkom.

Sebagai sebuah penyedia jasa layanan internet, Speedy telah mempunyai jaringan yang sangat luas, bahkan hampir di seluruh Indonesia, mengikuti induknya PT Telkom. Dengan luasnya jaringan layanan Speedy, maka segala kebutuhan internet di setiap pelosok Indonesia dapat dipenuhi. Maka dari itu, jangan heran jika di sebuah sekolah yang berada di tepi sawah sebuah desa pun bisa mengakses internet. Sebuah surat dari seorang pemakai Speedy di sebuah sekolah dasar di kota Lahat membuktikan hal ini (baca di sini).

Sebagai sebuah perusahaan publik, PT Telkom telah berusaha membuat produk Speedy dapat dipakai oleh untuk semua keperluan dan semua kalangan. Berbagai keperluan yang lazimnya diperlukan dalam mengakses internetnya, seperti Game Broadband Online, Video Streaming, Audio download, web conferences, Home surveillances dan masih banyak lagi. Sementara agar dapat dibeli oleh semua kalangan, maka harga jual Speedy -pun ditawarkan secara beragam. Inilah sebuah produk layanan internet yang benar-benar memperhatikan pasar.

Salah satu layanan Speedy yang paling banyak diminati oleh publik adalah produk Speedy personal. Produk ini disediakan untuk para pribadi-pribadi, bukan hanya kaum profesional, tetapi juga para pelajar dan remaja yang mania internet. Bayangkan dengan harga hanya Rp200 ribu per bulan untuk 1 giga, siapa pun bisa mengakses internet dengan puas. Dan jika melebih kuota tersebut, Speedy memberikan harga Rp0,5 per KB. Dengan harga demikian, tidak heran jika Speedy sudah masuk ke kamar-kamar pribadi dan sekolah-sekolah.

Jadi, jika ingin benar-benar menggunakan internet dan pelan-pelan meninggalkan dunia tanpa kertas, maka tidak salahnya kita berlanggan . Speedy dan Telkom telah menempatkan diri memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Ini berarti Speedy juga ikut membangun kecerdasan anak bangsa. Semoga ke depan, internet benar-benar menjadi darah daging kebutuhan masyarakat dan Speedy mampu menjadi mitra terbaik. Selalu ada cara untuk mencerdaskan!

Tabik!

Tarif lengkap Speedy bisa di lihat di sini.

* Tulisan ini dibuat dalam rangka Final Lomba Blog dan Web Speedy Competition 2008 yang diselenggarakan oleh PT Telkom Banjarmasin di Atrium Duta Mall Banjarmasin, Minggu, 8 Juni 2008

Iklan

19 comments

  1. Semakin mantap bos ai. Selamat.
    Oh ya semoga menang … tapi speedy di tempat saya sering ngak beres euy … biasa BUMN.

    Zul …

    Aku jadi teringat ketika pertengahan bulan Ramadhan tahun tadi. Ketika usai acara tadarus puisi di plaza tepi sungai depan gubernuran, Bang Ersis bilang, “Zul, setelah pulang ini aku akan buatkan blog untuk Kamu. Nanti aku beri tahu. Selanjutnya, Kamu teruskan!”

    Dan, beginilah blog aku yang dulu embrionya Abang lahirkan!

    Terimakasih, Bang!

    Tabik!

  2. Dalam kaitannya dengan e-age sekarang, memang mungkin saja terjadi bahwa e-book suatu saat akan menggantikan buku2 yang kita kenal saat ini. Hanya saja untuk ukuran sekarang kekurangan e-book adalah untuk membacanya kita masih membutuhkan alat tambahan dan juga, ini yang penting, energi tambahan seperti listrik. Itu yang mengurangi kepraktisannya untuk saat ini.

    Tapi mudah2an di masa depan ada teknologi yang langsung mengubah energi dari sinar matahari untuk men-charge notebook kita agar kepraktisan membaca e-book ini di masa mendatang dapat ditingkatkan…

    Zul …

    Betul, Mas!
    Listrik betul-betul menjadi duri dalam daging bagi Indonesia.
    Jadi, apa pun pekerjaan yang berhubungan dengan listrik, jadi sangat ketergantungan.
    Celakanya, listrik kita masih dikuasai PLN.

    Cita-cita untuk meninggalkan pelan-pelan kertas ke dunia e, tetap tak bisa meninggalkan listrik.

    Tabik!

  3. Selamat Untuk Pak Zul, yang sudah terpilih menjadi pemenang blog speedy competition, semoga ini menjadikan insiparasi bagi kawan-kawan Guru di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, untuk ikut menuangkan pemikiran dan kreatifitas nya di Blog, Selamat Sekali lagi..!!, yuk kumpul² sesama blogger ? setuju ??

    Zul …

    Terimakasih.
    Kemampuan lebih teman-teman nge-blog jadi inspirasiku.
    Semoga aku bisa makin terus belajar dengan teman-teman.
    Hidup blogger Banua!

    Tabik!

  4. Selamat, selamat, selamat 1000 x… akhirnya perjuangan memang harus dibayar dengan “imbalan” setimpal! Sayang sekali, kemarin saya gak bisa hadir, ada urusan yang “lebih penting” (menurut kaca mata subyektif saya), ada acara keluarga di Martapura yg tak bisa ditinggalkan, dilematis memang, tapi moga ada hikmahnya! Sekali selamat Bapak! Salam jabat erat…

    Zul …

    Terimakasih, Mas Taufik.
    Sayang, saat itu sampeyan ga bisa hadir.
    Ok. Semoga masih ada ruang dan waktu buat ketemu
    .

    Tabik!

  5. bahan ajar pengenalan internet juga perlu ditambahkan. Setelah siswa berhasil membuat email, diajarkan pula membuat blog. Siswa tidak perlu dikenalkan social-networking macam friendster (FS) toh mereka pun bisa blajar secara otodidak hal tersebut di luar kelas. Beda klo bikin blog, toh social-networking jauh lebih hebat dibanding FS. Belajar bikin blog = mendidik siswa menyampaikan pendapat secara tertulis.

    Zul …

    Siswa-siswaku sudah mulai bikin blog.
    Sebelumnya mereka sudah (hampir) semua memiliki FS.
    Kita memang harus selalu berusaha memberikan yang terbaik buat mereka
    .

    Tabik!

  6. Ya.. seperti annmolly bilang sudah saatnya siswa tidak hanya diajarkan bagaimana membuat dan mengirim email tapi juga membuat blog krn disana bisa mengasah untuk menulis.

    Zul …

    Betul, Mas!
    Siswa-siswaku sudah melakukan itu.
    Yang perlu lebih kita sokong adalah spiritnya agar tetap bisa eksis.
    Maklum, kepentingan belajar untuk intrakurikuler lebih utama bagi mereka.

    Tabik!

  7. Ndutz salah satu agent speedy sales force dadakan lho, untuk memasyarakatkan speedy tarif pendidikan ^^

    Zul …

    Wah, ada sales agent speedy, nih!
    Sayangnya, speedy masih mahal sekali pun paket personal.

    Tabik!

  8. Hebat! Selamat Pak Zulfaisal.
    Pian emang top.
    Maaf kemaren Minggu nggak bisa datang..selesai cooking ternyata kaki saya yang keseleo ( hari Sabtu jatuh di tangga kantor..hiks) ternyata memang menolak diajak jalan ( pagi Minggu baru selesai diurut ).

    Ditunggu untuk berlaga di kompetisi StarOne yahh..ups!

    Zul …

    Sama-sama, Mbak ku!
    Kalau starone mo ngadain juga, aku yang paling pertama daftar.
    Akukan pemakai starone!
    Sudah murah, tanpa ngadat, lagi!

    Tabik!

  9. sayang speedy di tempatku kaya speda hehe, suka pelan, dan sering disko alias disconnect hehee

    aku dukung dunia tanpa/minim kertas krn jarang ada yg mikirin hutan berkurang juga krn kertas, tapi dg electronic energi tetap harus dihemat, mahal dan langka.
    kapan ya di negeri kita ada internet gratisan/gretongan kaya di negara maju?

    saya suka artikel yg nambah ilmu kek gini pak zul, bravo ya!

    Zul …

    Speedy kaya sepeda?
    Kasih tahu tuh Telkom biar sadar bahwa masih banyak yang perlu dibenahi.

    Soal artikel, kita ingin tulisan-tulisan punya manfaat buat orang banyak!

    Tabik!

  10. ditempat temen saya, justru speedy yang bermasalah,…


    Zul …

    Kayanya di mana-mana sudah banyak yang mengeluh soal speedy.
    Pihak Telkom nyadar, ga ya?

    Tabik!

  11. Saya pakai GPRS Pak Zul. Speedy gak bisa di tempat saya.
    Selamat sudah jadi juara kompetisinya ya.

    Zul …

    Terimakasih dulu!
    Lapor sama Telkom biar dipasangin Speedy di tempatmu.
    Soal harga dan kecepatan, silakan rasakan sendiri
    !

    Tabik!

  12. Selamat Pak Zul. Kebetulan saya baru pasang Speedy, tapi mungkin karena paket murah meriah kecepatannya aksesnya lambat.

    Zul …

    Terimakasih, Mas!
    Kalau mau cepat dan murah jangan Speedy, Mas1
    Starone aja. Cuma Rp99.000 per 1 giga untuk satu bulannya.
    Bebas ngadat dan cepat.
    Blogger banyak pakai itu, kok!

    Tabik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s