Tarawih (malam ke-7) : Bulan Tuhan ‘Cuci Gudang’

Tempat : Masjid Al Mujahiddin, Jalan Belitung Laut, Banjarmasin

Dan , ketika Kami menjadikan rumah itu  tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim  tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

Al Baqarah : 125

Masjid Al Mujahiddin dari tepi jalan Belitung
Masjid Al Mujahiddin dari tepi jalan Belitung

Malam ke-7 ini aku memilih masjid di bawah binaan Muhammadiyah sebagai tempat shalat malam. Ada banyak masjid di bawah naungan organisasi keagamaan tersebut, salah satunya adalah Masjid Al Mujahiddin yang terletak di jalan Belitung. Secara fisik, masjid ini termasuk yang paling luas ruangannya dibanding masjid binaan Muhammadiyah lainnya. Bentuk masjid ini memanjang karena ada tambahan pengembangan pembangunan di belakang yang besar dan luasnya sama dengan bangunan awal.

Aku sudah lama mengenal Muhammadiyah, baik sebagai sebuah organisasi maupun tempat beribadah. Sejak kecil aku sudah akrab karena selama 6 tahun dididik di sebuah SD Muhammadiyah jalan K.S. Tubun Banjarmasin antara tahun 1974 s.d. 1980. Aku tidak tahu alasan orang tuaku menyekolahkan aku di SD tersebut yang jaraknya 3 kilo dari rumahku. Padahah masih ada beberapa SD yang lebih dekat. Padahal setahuku juga orang tuaku sendiri termasuk penganut Islam kaum Nahdiyyin.

Hubungan dengan Muhammadiyah semakin dekat ketika aku bergabung dan menjadi Angkatan I Remaja Masjid Al Jihad, di jalan Cempaka Raya. Di organisasi inilah aku makin mengenal lagi tokoh-tokoh dan berbagai hal mengenai Muhammadiyah. Salah satunya adalah mengapa shalat Tarawih yang dilaksanakan Muhamadiyah itu hanya 8 rakaat dua kali salam. Bagi jiwaku yang labil saat itu tentu shalat Tarawih mengikuti Muhammadiyah tidak terlalu melelahkan karena hanya 8 rakaat dan 3 witir.

Jika pilihan shalat Tarawihku  di malam ke-7 ini pada masjid Al Mujahiddin ini, tentu bukanlah karena untuk menghemat waktu pelaksanaan shalat yang hanya 11 rakaat. Kenyataannya, shalat Tarawih di masjid ini baru selesai pukul 21.15. Shalat Isya-nya sendiri baru dimulai tepat pukul 20.00., lebih lambat sekitar 15 menit dari  waktu resminya shalat Isya, seperti yang dilakukan di masjid-masjid lain. Sementara itu, usai shalat Isya dan sebelum Tarawih diselingi ceramah agama.

Uztaz Mayrizani saat menyampaikan ceramah di Masjid Al Mujahiddin
Uztaz Mayrizani saat menyampaikan ceramah di Masjid Al Mujahiddin

Drs. M. Mayrizani, S. Ag., imam Tarawih sekaligus penceramah pada malam itu menyampaikan tentang keutamaan bulan Ramadhan. Beliau membuat sebuah perumpamaan bahwa Allah betul-betul bermurah hati pada bulan Ramadhan ini. Allah memberikan banyak bonus dan menjual pahala dengan harga diskon. Dan ummat yang paham tentu akan berbondong-bondong menghadap Allah dan mempersembahkan yang terbaik agar mendapatkan ganjaran yang berlipat.

Aku sendiri lebih suka mengibaratkan bahwa di bulan Ramadhan ini Allah sedang cuci gudang. Segala kebaikan yang ada di bumi dan di langit ditawarkan habis-habisan oleh Allah dengan harga yang teramat murah bila dibandingkan tawaran di luar Ramadhan. Sederhana saja, betapa amalan sunnat di dalam Ramadhan dihargai sama dengan nilai amalan wajib di luar Ramadhan. Apalagi amalan wajib, harganya  sama dengan 70 amalan wajib di bulan-bulan lain. Belum lagi pada sepuluh hari ketiga, terutama malam-malam ganjil, Allah telah menjanjikan hadiah terbesar bagi ummatnya yang beruntung memperoleh kemuliaan Lailatul Qadar, yaitu sama dengan pahala beribadah selama 1000 bulan atau 83 tahun 4 bulan! Bukankah tidak ada tawaran dengan hadiah sebesar ini di dunia?

Lantas, apa tugas ummat di bulan Ramadhan ini? Bagiku, inilah bulan saatnya untuk mencuci bersih hidupku yang pasti kotor selama 11 bulan yang telah dijalani. Inilah saat aku selaku manusia turun mesin. Menelisik kembali komponen-komponen jiwa dan ragaku dan membersihkannya dengan amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan Ramadhan. Masjid adalah salah satu tempat untuk melakukan itu. Membersihkan diri, berpakaian yang bersih, datang dengan hati bersih, dan bersujud di tempat yang bersih, pastilah Allah tersenyum untuk memenuhi tawarannya.

Iklan

3 comments

  1. Sebuah perenungan di bulan suci. Episode bagi-bagi bonus. Bulan cuci gudang. Bagi-bagi pahala dan obral diskon dosa, semoga episode Ramadhan tahun ini semoga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s