Bualu, Suatu Malam

Zulfaisal Putera

BUALU, SUATU MALAM

seandainya kita tak punya malam

akan kita jadikan apa pertemuan ini

senyap dan lantas lenyap

atau tak ada gerak semarak

sepanjang jalan berpayung bulan

antara Gang Will dan Tragia Nusa Dua

kita tarik nafas sedikit-sedikit

seakan setelah ini hidup tinggal sejenak lagi

seakan setelah ini kata tinggal sesuku lagi

kita peluk waktu dalam lahap dingin

kita kail sisa kerinduan dalam buas purnama

kita menemukan apa?

ini malam terakhir kita bersenda

nyanyikanlah apa yang bisa kita nyanyikan

dengan senandung atau sekadar siul kecil

asal kita merasa punya nada

asal kita merasa punya makna

ini malam terakhir kita merindu

jangan tanya kapan pertemuan ini akan berulang lagi

jangan tanya mengapa perlu bertemu lagi

juga jangan tanya apa yang akan kita perbuat nanti

tapi ketauhilah

kita masih punya malam lain

buat mempertautkan rindu di lain waktu

Nusa Dua, 9 Desember 1992

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s