Monang Maning, Suatu Hari

Zulfaisal Putera

MONANG MANING, SUATU HARI

Gunung Muria di awal hari

matahari menyiram terang bumi

siapakah yang malu-malu menyatakan rindu

pada keakraban yang kita rentang

menyanyi sudah sepagi ini

menanti sudah sedari tadi

kucari engkau teman

dalam kesetiaan waktu

Monang Maning dalam dua hari ini

menampung kesalku

mengapakah Kau tak merasa

membina jati diri itu tak mudah

di tanah dewata ini

kita bisa jadi sekerdil biji padi

kehilangan nadi

kata apa lagi yang mesti kuberi

kalau memang Kau tak mau memiliki

sedang waktu tak pernah menggerutu

tinggal kita saja yang terburu-buru

catatan hari ke enam

bukan untukmu, pun untuk siapa pun

sebab sedari kita datang ke sini

agenda kita sudah terlanjur penuh

dibeban keluh

pun kenapakah masih Kau tambah keruh

sedang sedari pertama kita di sini

hujan sudah cukup meredam jiwa

Denpasar, 5 Desember 1992

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s