Bulan Tersesat

Zulfaisal Putera

BULAN TERSESAT

malam yang kau janjikan padaku

malam penuh ketakutan

tak pernah tenang kunikmati

gelap dan terang bintang-bintang

bergantian kau hadirkan

lolong anjing dan berisik jangkrik

seperti jadi lagu wajib

telingaku pekak

mataku pekat

mengapa malammu begitu beku

padahal di tiap dengus nafasku

tak pernah terembus keraguan

pun di tiap lembar lidahku

tak biasa kulontarkan keselingkuhan

malamku mengapa kamu

jemukah kau hadirkan terang bagiku

hingga awan selalu menyaput

hingga keremangan selalu merebak

hingga aku kau biarkan berserak-serak

di bawah gelap

malamku di mana bulanmu

tersesatkan?

kemanakah aku mesti adukan ini

agar bulanmu bisa kutemukan lagi?

Banjarmasin, 18 Mei 1994

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s