Diam

Zulfaisal Putera

 

 

 

DIAM

 

 

diam adalah rindu panjang

sekereta perjalanan

di peron-peron waktu

 

semalam sudah tiris

larut jarak

 

sekarang pun berkubang

diam tak temukan ujung

sementara masinis tetap tak berkereta

rel lenggang

 

 

 

Banjarmasin, Mei 1988

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s