Nafsu Lampus

Zulfaisal Putera

NAFSU LAMPUS

kau tentu tahu, tuhan

saatnya hewan dan setan berbulan madu?

panasnya ke relung lubuk

seperti menggapai lahar bumi

seperti tersentuh bara yang sudah berwujud neraka

seperti khayal

dan selalu ada marah di antara dendam yang kau benci

selalu tak mengerti

antara langit ketika mengetahui di bawahnya bumi

ataukah antara bumi ketika mengetahui di atasnya langit

begitu seterusnya

hasrat itu mekar dibius angin

menjarak jauh

menyibak lepas nafsu birahi nyata

yang menggumul diri dengan bayangnya sendiri

mengganas

bergelut

seperti mimpi di bawah gelap jiwa yang asyik masyuk

tuhan,

hewan dan setan membuang nafas yang terbebas menari-nari

saat lampu-lampunya sudah telanjang

gerah di terik siang

bangsat! mereka mulai terangsang, tuhan

padahal detik-detik yang memacu

yang ada namun tak selalu

sedang ketika bulan sudah menyisih

tak dapat diraih pinggir sorga

padahal peluh sudah mewabah mengumbar bau

sedangkan hidung-hidung mereka sudah buntu

dan keremangan sudah lepas

dan – ooh lihat tuhan, mereka mengumpat

siiaaalll!

tak dapat nafsu terus memburu

walau khayal sudah di awan

dan

hewan dan setan terlanjur bergairah

tuhan, kau gaib

mereka tersuruk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s