Nota Nomor Kesekian buat Nona Lisa

Zulfaisal Putera

 

NOTA NOMOR KESEKIAN BUAT NONA LISA

kado ultah ke-20

 

masihkah kau ingat aku. Lis

si pemberi roti

yang aku ingat, kau tak pernah habis menyantapnya dan kau sisakan untuk siapa dan entah kapan

sedang musim sudah berpindah sedang laut mengantar asin ke muara sedang kau mengantar aku ke gerbang

sedang ketika itu

Banjarmasin 1983, empat tahun senyap lewat dan tak sempat

sehari setelah jantung kota kubius dengan warna-warni; putih hijau kuning pink dan kembali putih

aku melihat kau

lewat kumpulan lagu-lagu lewat sahabat lewat laut lewat langit lewat mata, lewat sudah

aku di sini Lis

di segala gitar segala teks lagu segalanya nyanyian segala segelas air putih di segala kaca mata segala pensil indah segala senyum – segala kau!

masih di sekitar kota ini di taman kota

kau melihat aku aku melihat kau seperti aku melihat diriku yang belum menjadi dirimu, padahal kerinduan yang selalu kularutkan pada sungai-sungai yang mengalir di hadapanmu yang tak dicegat yang dibiarkan sampai arus kembali mengalir ke hulu – dan kita tetap bisu

Lis, ini hari kesekian kita melihat siapa kita dan tanpa menggunakan cermin kita dulu

mana gitarmu aku gatal untuk mendetingkannya

nyanyian yang kutulis di nota nomor kesekian, sudah kau terima?

coba kau kembali ke gerbang, di sana ada kurir yang setia dia siap mengulang lagu kita yang basi tak bisa ada asa

aku

kau masih ingat, Lis?

 

Banjarmasin, 15 Oktober 1987

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s