Puisi Terang Bulan

Zulfaisal Putera

PUISI TERANG BULAN

bulan menyiram cahaya

bumi basah benderang

aku menyanyi-nyanyi

di mana kamu, oh …

di bulankah?

Banjarmasin, 6 September 1992

Iklan

One comment

  1. lagi niat nyari tambatan hati kale yeee hehehe

    Zul …

    Puisi kadang tidak bisa ditafsirkan telanjang.
    Simbol-simbol dalam puisi menjadikan puisi tetap jadi misteri.
    Batas penikmat hanya menafsir.

    Tabik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s