Sketsa

Zulfaisal Putera

 

 

 

SKETSA

Kepada:  Fajar Gemilang

 

 

seorang lelaki

bila pernahkah ia berjalan nafasnya membanteng

katakan; langit lalu membuka matahari, siapkan langkah

jembatan itu sudah mematung

bila pernahkah ia seberangi ketika keringat terus menutup riam-riam

 

seorang lelaki adalah lelaki baginya

kabut pun tipis berpilah-pilah direngut mata tajam, tembusi siang dan kembali siang atau bila pernahkah ia terpaku

kau lihatlah mata bumi lembut menyahut, “aku tlah datang seperti yang kau nanti”

kau sapa, kau buka langit, kau tadah embun sebelum tetes ke bumi! “entah kemana”

 

seorang lelaki bila pernahkah ia diam

mana!

 

 

 

Banjarmasin, 18 Juni 1987

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s