Sesudah Berbuka Puasa

Zulfaisal Putera

SESUDAH BERBUKA PUASA

sungguh ya Allah

dahaga yang kau titipkan padaku

terasa tak jadi beban di kerongkongan

lapar yang kau turutkan padaku

terasa tak apa-apa di perut ini

sungguh ya Allah

setelah berbuka ini

aku jadi tahu makna puasa

aku jadi tahu maumu apa

biarlah kuemban amanatmu

biarlah kuturutkan apa inginmu

karena kutahu kau itu siapa

dan aku tak sanggup menyebutmu

terlalu berat dan penuh seluruh

seperti kenyang yang kurasa saat ini

sungguh ya Allah

kalau kau izinkan lagi

besok aku ingin puasa lagi

biar magrib nanti bisa berbuka lagi

sungguh ya Allah

ini pintaku yang sungguh-sungguh

Banjarmasin, 13 Maret 1992

Iklan

2 comments

  1. Mas, bait ke 2 itu padaMu atau padaku?…
    kau, mu yg ditujukan untuk Allah, biasanya Huruf besar ya?? jdi Ku, Mu….
    maaf ya mas kalo justru aku yg gak faham….hehehe…
    Tabik!

    Zul …

    Mu, bisa jadi Tuhan, bisa jadi manusia.
    Kadang Mu untuk Tuhan ditulis dengan ‘M’ kapital.
    Namun, kedekatan yang teramat dekat dengan Tuhan sering hanya dengan ‘m’ kecil.

    Tabik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s